Solutions About Why Flexicore Blog Book a demo

Sistem Sudah Berjalan, Tapi Sudah Pernah Diuji?

Pentingnya menguji sistem secara berkala untuk menemukan potensi risiko, menjaga performa, dan memastikan aplikasi tetap aman, stabil, dan siap digunakan.

Sebuah aplikasi bisa terlihat berjalan normal setiap hari.

  • User bisa login.
  • Order masuk.
  • Transaksi berhasil.
  • Dashboard berjalan seperti biasa.

Tapi ada satu pertanyaan yang sering baru muncul ketika terjadi masalah:

Apakah sistem ini sudah pernah benar-benar diuji?

Karena aplikasi yang berjalan dengan baik belum tentu aman, dan aplikasi yang cepat saat digunakan beberapa orang belum tentu tetap stabil ketika ribuan user mengaksesnya secara bersamaan.

Di sinilah pengujian sistem menjadi penting.

Ada Dua Hal yang Perlu Diuji

Secara sederhana, ada dua pertanyaan besar yang perlu dijawab:

Apakah sistem cukup aman?

dan

Apakah sistem cukup kuat ketika trafik meningkat?

Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut, perusahaan dapat melakukan Penetration Testing dan Stress Testing.

Penetration Testing: Mencari Celah Sebelum Orang Lain Menemukannya

Penetration Testing atau Pentest adalah proses pengujian keamanan dengan mencoba menemukan kelemahan pada aplikasi atau sistem.

Tujuannya bukan sekadar mencari error.

Pengujian dilakukan untuk melihat apakah terdapat celah yang berpotensi memungkinkan akses tanpa izin, manipulasi transaksi, penyalahgunaan API, masalah pada proses login, atau kelemahan pada alur bisnis aplikasi.

Contohnya, pada sebuah sistem transaksi:

  • Apakah user bisa mengakses data milik user lain?
  • Apakah sebuah transaksi dapat dimanipulasi?
  • Apakah API memiliki proteksi yang cukup?
  • Apakah ada proses yang bisa dilewati tanpa otorisasi yang semestinya?

Hal-hal seperti ini belum tentu terlihat saat aplikasi digunakan secara normal.

Karena itu, Pentest membantu perusahaan menemukan potensi risiko sebelum risiko tersebut menjadi masalah nyata.

Stress Testing: Apa yang Terjadi Kalau Ribuan User Datang Bersamaan?

Masalah lain sering muncul bukan karena sistem tidak berfungsi, tetapi karena sistem tidak siap menghadapi lonjakan trafik.

Bayangkan sebuah aplikasi ticketing ketika penjualan tiket dibuka.

Dalam beberapa detik, ribuan orang bisa:

  • login,
  • memilih tiket,
  • melakukan checkout,
  • dan mengirim request secara bersamaan.

Saat trafik normal, sistem mungkin terasa cepat.

Tetapi bagaimana ketika trafik meningkat 10 kali, 50 kali, atau lebih?

Stress Testing membantu melihat bagaimana sistem bereaksi terhadap beban tinggi.

Beberapa hal yang dapat diamati antara lain:

  • response time,
  • error rate,
  • kemampuan server menangani concurrent users,
  • stabilitas transaksi,
  • serta titik di mana performa mulai menurun.

Dari hasil tersebut, tim dapat mengetahui apakah sistem sudah cukup siap atau masih membutuhkan optimasi sebelum menghadapi trafik besar.

Jangan Menunggu Masalah Terjadi

Pengujian sistem sering dianggap perlu hanya untuk perusahaan besar.

Padahal justru sistem yang mulai berkembang sebaiknya diuji lebih awal.

Terutama jika aplikasi mulai menangani:

  • transaksi,
  • data pelanggan,
  • integrasi API,
  • payment,
  • inventory,
  • ticketing,
  • atau jumlah user yang semakin besar.

Karena biaya memperbaiki masalah sebelum sistem digunakan secara masif biasanya jauh lebih kecil dibanding menangani masalah setelah sistem mengalami downtime, transaksi gagal, atau insiden keamanan.

Kapan Sistem Sebaiknya Diuji?

Tidak harus menunggu aplikasi selesai 100%.

Pengujian bisa dilakukan ketika aplikasi akan memasuki tahap production, sebelum campaign dengan trafik tinggi, sebelum peluncuran produk baru, setelah perubahan besar pada sistem, atau secara berkala sebagai bagian dari evaluasi teknologi.

Yang penting, pengujian dilakukan dengan scope dan target yang jelas.

Dengan begitu, hasil pengujian bukan hanya berupa daftar masalah, tetapi bisa menjadi dasar bagi tim untuk menentukan apa yang perlu diperbaiki dan diprioritaskan.

FlexiCore Bisa Membantu

Sebagai software development dan technology partner, FlexiCore juga membantu perusahaan melakukan pengujian terhadap sistem yang sudah berjalan maupun yang sedang dipersiapkan untuk production.

Pengujian dapat mencakup:

Penetration Testing

Untuk membantu mengidentifikasi potensi kelemahan keamanan pada aplikasi, API, authentication, authorization, session, transaksi, dan business logic.

Stress Testing

Untuk membantu mengevaluasi performa dan stabilitas sistem ketika menghadapi trafik atau jumlah transaksi yang tinggi.

Scope pengujian disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing sistem.

Karena setiap aplikasi memiliki risiko yang berbeda.

Sistem warehouse, ticketing, marketplace integration, aplikasi internal, maupun platform transaksi memiliki pola penggunaan dan titik kritis yang tidak selalu sama.

Tujuan akhirnya sederhana:

Jangan hanya memastikan sistem bisa berjalan. Pastikan juga sistem cukup aman dan cukup siap ketika benar-benar digunakan.

Jika perusahaan Anda sedang mempersiapkan aplikasi untuk production, menghadapi peningkatan trafik, atau ingin mengetahui kondisi keamanan sistem saat ini, FlexiCore dapat membantu melakukan assessment dan pengujian sesuai kebutuhan sistem Anda.

Hubungi kami sekarang.
#software#security#audit#system#pentest#stresstest
N
Nurlela
Content Writer, Flexicore

Tim konten Flexicore menulis tentang operasional gudang, marketplace, logistik, dan teknologi pendukung bisnis di Indonesia.

See it on your operation

Curious what Flexicore looks like in your operation?

Drop us an email and tell us what you're running. We'll get back to you with the right fit.

Link copied

The article URL has been copied to your clipboard.